Kinetic's History

Sudah lama Edwin's Gallery ingin menyelenggarakan sebuah pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya seni kinetik di Indonesia. Pameran motion/sensation diharapkan menjadi suatu kegiatan peolopor, karena selama ini balum ada satupun pameran pun di Indonesia yang secara khusus menampilkan seni kinetik. Meskipun istilah seni kinetik cenderung tidak populer di Indonesia, sebetulnya sudah banyak seniman Indonesia yang selama ini berkarya dengan prinsip-prinsip kinetik, dan oleh karena itu saya percaya bahwa potensi untuk mengembangkan seni kinetik yang khas Indonesia sangat menarik untuk ditampilkan dalam sebuah pameran. 

Tidak bisa dipungkiri, minat pada seni kinetik memang terdorong oleh hobi dan hasrat pribadi saya pada pada benda-benda yang menggunakan mesin. Bagi saya, mesin adalah benda ajaib yang mewakili pencapaian suatu peradaban dan kebudayaan. Melalui mesin, manusia mencapai mimpi-mimpi dan ambisinya. Mesin adalah medium eksplorasi imajinasi tentang sesuatu yang tidak dapat dicapai dengan tubuh dan pikiran. 

Kegilaan saya pada mesin bahkan lebih tua dibandingkan minat saya pada seni rupa. Sewaktu kecil, saya sering terheran-heran melihat bagaimana sebuah mainan dapat melaju tanpa dorongan tenaga manusia. Saya juga masih ingat bagaimana kegairahan yang muncul meletup-letup ketika pertama kali saya membongkar pasang mobil mainan yang dihadiahkan oleh ayah saya. Gairah itu terus berlanjut hingga kini. Sudah sejak lama saya punya kegemaran mengoleksi mainan otomotif, miniatur mobil dan mesin. Ketidakpuasan pada mainan-mainan yang saya beli bahkan akhirnya mendorong saya untuk  menciptakan mainan dan mesin saya sendiri. Saya menikmati kerumitan mesin seperti juga keindahan pada sebuah karya seni.

Seni kinetik adalah cabang seni rupa yang mempertemukan keindahan seni dan mesin. Di negara-negara maju, seni ini telah dikembangkan oleh infrastruktur seni melalui berbagai kegiatan reguler seperti pameran, penelitian dan pengoleksian oleh museum. Saya akan sangat menyayangkan apabila jenis kesenian ini tidak mendapatkan perhatian sama sekali di Indonesia. Padahal, potensi seni kinetik di Indonesia sangat layak untuk diteliti dan dikembangkan lebih lanjut karena kebudayaan dan teknologi mesin pun sudah lama hidup di negeri ini.

Edwin's Gallery ingin menyelenggarakan kegiatan-kegiatan reguler yang berfokus pada seni kinetik di Indonesia. Selain pameran, kami juga berniat menyelenggarakan workshop, simposium, ceramah umum yang mengundang para pakar dan seniman kinetik dari negara lain. Pameran ini menjadi langkah awal mimpi panjang Edwin's Gallery untuk terus-menerus mendukung dan mengembangkan jenis kesenian ini.

Edwin's Gallery ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua seniman yang terlibat dan mendukung gagasan pameran ini, juga kepada Agung Hujatnikajennong dan Rifandy Priatna selaku kurator pameran. Semoga pameran ini dapat diterima oleh khalayak luas, dan menumbuhkan inspirasi dan gagasan baru untuk karya-karya seni kinetik Indonesia di masa mendatang.

Edwin Rahardjo